Tampilkan postingan dengan label planet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label planet. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Agustus 2012

Jupiter cukup besar untuk menelan semua planet di tata surya


Volume adalah hal yang rumit. Otak kita cukup pandai menilai ukuran linear relatif. Tetapi volume meningkat jauh lebih cepat dari ukuran linear. Ambil kubus di mana masing-masing pihak merupakan satu sentimeter. Memiliki volume satu sentimeter kubik (cc). Sekarang dua kali lipat panjang setiap sisi 2 cm. Ini terlihat dua kali lebih besar, tapi volumenya naik ke 8 cc! Volume kubus adalah panjang x lebar x tinggi.

Spheres adalah cara yang sama: volume meningkat dengan kubus radius. Secara khusus, volume = 4/3 x x π (radius) 3 . Jadi satu bidang mungkin terlihat sedikit lebih besar daripada yang lain, tetapi sebenarnya memiliki volume yang lebih banyak.

Demikianlah cara membandingkan Jupiter dengan planet lain, dan Saturnus terlihat hanya sedikit lebih kecil, radius Saturnus adalah sekitar 60.000 km dibandingkan dengan Jupiter 71.000. Tapi itu ternyata membuat perbedaan besar dalam volume!

Perbandingan ukuran planet dalam tata surya

Berikut ini merupakan tabel untuk membandingkan planet. Kolom nomor pertama adalah radius khatulistiwa planet di kilometer (planet terbesar adalah bukan bola yang sempurna, tetapi karena Anda akan melihat ini tidak masalah). Kolom Angka kedua adalah volume km kubik berdasarkan radius. Yang ketiga adalah volume planet dibagi dengan volume Jupiter (sehingga rasio itu = 1 untuk Jupiter sendiri). Kolom terakhir adalah sama, tapi dibulatkan ke dua desimal untuk membuatnya lebih mudah untuk dibaca.

volume planet-planet di tata surya


Kesimpulan besar di sini adalah cukup jelas ketika Anda melihat kolom terakhir. Meskipun Saturnus hanya sedikit lebih kecil dari Jupiter, hanya memiliki 60% dari volume Jupiter! Uranus dan Neptunus bersama-sama hanya 9%. Jika Anda menggabungkan semua planet-planet di tata surya kita, mereka menambahkan hingga hanya sekitar 70% dari volume Jupiter. Yang meninggalkan banyak ruang tersisa untuk semua bulan dan asteroid di tata surya!

Jadi Jupiter benar-benar adalah sebuah rakasa. Ada setengah-lelucon astronom mengatakan: Tata surya terdiri dari Matahari, Jupiter, dan puing-puing berbagai macam. Seperti yang Anda lihat, itu benar-benar tidak jauh dari kebenaran!

Referensi: http://blogs.discovermagazine.com/badastronomy/2012/08/22/bafact-math-jupiter-is-big-enough-to-swallow-all-the-rest-of-the-planets-whole/
Gambar kredit: NASA

Senin, 07 Mei 2012

Planet-Planet Pemecah Rekor di Alam Semesta


Dalam jangka waktu 50 tahun terakhir, dunia telah memiliki teleskop canggih dengan kemampuan luar biasa dan astronom-astronom yang tak kalah "sakti". Planet, galaksi, satelit dan tata surya baru ditemukan.

Diantara banyak objek yang ditemukan, planet merupakan salah satu objek yang cukup menarik. Beberapa planet layak dimasukkan dalam "Guiness Book of Records" milik semesta karena menjadi yang "paling luar biasa" diantara yang biasa.

Salah satunya adalah planet SWEEPS-10, planet yang berjarak hanya 1.184.000 km dari bintangnya, alias hanya tiga kali jarak Bumi-Bulan. Dengan demikian, planet ini menjadi planet dengan periode revolusi tercepat, hanya 10 jam! Bayangkan satu tahun hanya 10 jam saja.

Ada juga salah satu planet terbesar yang diketahui, TrES-4, yang berukuran 1,7 kali Jupiter. Planet ini juga dinobatkan sebagai planet paling aneh karena massa jenisnya hanya sebesar massa jenis gabus (0,2 g/cm3).

"Karena gaya tariknya yang rendah pada lapisan atas atmosfernya, atmosfer planet ini mungkin 'terbang' menyerupai ekor komet," kata Georgi Mandushev dari Lowell Observatory di Arizona seperti dikutip Daily Mail.

Planet Methusela (PSR B1620-26 b) menjadi planet yang tertua, salah satu kakek di semesta. Planet ini eksis sejak 12,7 miliar tahun lalu, 8 miliar tahun lebih tua dari Bumi.

Methusela terbentuk 8 miliar tahun setelah Big Bang. Penemuannya di tahun 1993 mengubah persepsi tentang pembentukan planet. Penemuannya menunjukkan adanya planet-planet tua di semesta.

Di sisi lain, ada planet yang dinobatkan sebagai yang termuda. Planet ini belum dinamai, namun diketahui mengorbit bintang Coku Tau. jaraknya cukup dekat, hanya 420 tahun cahaya dari Bumi.

Planet terpanas yang pernah ditemukan adalah WASP-12b, planet gas yang suhunya mencapai 2.200 derajat Celsius. Ukurannya juga menjadikannya salah satu planet terbesar, 2 kali Jupiter.

Sementara, planet terdingin adalah OGLE-BLG-390L. Temperaturnya adalah -220 derajat Celsius, mendekati nol mutlak. Planet ini juga menjadi salah satu planet terjauh, berjarak 28.000 tahun cahaya dari Bumi.

Epsilon Eridani (b) menjadi planet ekstrasurya terdekat dari Bumi, hanya 10,5 tahun cahaya. Planet ini bisa dilihat dengan teleskop walaupun tak menjanjikan kehidupan bagi manusia.

Terakhir adalah planet terkecil di luar Tata Surya, yakni Kepler 10b. Ukurannya hanya 1,4 kali lebih besar dari Bumi. Jarak planet ini 560 tahun cahaya dari Bumi dan ditemukan pada Januari 2011.

Source:
http://sains.kompas.com

Selasa, 07 Februari 2012

Galaksi Bimasakti Dipenuhi 160 Miliar Planet

Galaksi Bimasakti ternyata merupakan galaksi padat planet. Studi terbaru menyatakan bahwa Bimasakti memiliki lebih banyak planet daripada bintang. Jumlah planet diperkirakan mencapai 160 miliar, sedangkan jumlah bintang adalah 100 miliar.


Statistik ini menunjukkan bahwa planet di sekeliling bintang adalah biasa, tak istimewa. Mulai sekarang, kita harus melihat bahwa galaksi tidak hanya dipadati miliaran bintang, bayangkan bahwa mereka dikelilingi planet ekstrasurya.


Tercatat sebelumnya telah ada lebih dari 700 planet di luar tata surya kita yang terkonfirmasi. Sementara itu, masih ada lagi 2.300 kandidat planet yang ditemukan wahana Kepler milik NASA yang menunggu kepastian.


Planet-planet itu ditemukan dengan dua metode, transit fotometri dan radial velocity. Metode pertama mendeteksi planet dari kedipan cahaya bintang sebagai tanda adanya planet yang mengelilingi. Cara kedua dengan melihat "goyangan" bintang sebagai hasil gravitasi planet.


Dalam studi ini, peneliti memakai metode baru yang disebut gravitational microlensing. Dalam metode ini, planet dideteksi dengan adanya cahaya bintang yang dibiaskan atau dimagnifikasi oleh obyek yang mengelilinginya.


Peneliti mengungkapkan, gravitational microlensing memiliki kelebihan dibanding transit fotometri dan radial velocityGravitational velocity bisa mendeteksi adanya planet yang terletak jauh dari bintangnya, berbeda dengan kedua teknik lain yang bias pada planet yang dekat bintang.


Berdasarkan riset, peneliti menunjukkan bahwa seperenam Bimasakti dihuni oleh planet seukuran Jupiter, setengahnya oleh planet seukuran Neptunus dan dua pertiganya oleh super-Earth. Itu pun hanya yang ada pada jarak yang sudah terdeteksi.


Peneliti menemukan bahwa planet bermassa rendah, seperti super-Earth (1-10 kali massa Bumi) dan serupa Neptunus, lebih melimpah daripada planet raksasa seperti Jupiter dan Saturnus (kira-kira 6-7 kali lebih banyak dari planet massa rendah).


Planet yang sebenarnya ada di Bimasakti mungkin sedikit lebih banyak daripada yang telah terhitung. Pada jarak yang belum bisa terdeteksi, mungkin masih ada banyak planet lagi.


Penemuan lain yang dipublikasikan tahun lalu dan dilakukan dengan teknik microlensing menunjukkan adanya planet seukuran Jupiter yang melayang sendirian, yatim piatu, tidak mengorbit bintang. Jumlah planet ini diperkirakan melebihi planet "normal" hingga 50 persen.


Kedua hasil penelitian dengan microlensing menunjukkan bahwa planet ada di mana saja, tidak selalu mengorbit bintang.


Sementara itu, "anomali" lain adalah ditemukannya planet yang berada pada sistem bintang ganda. Ini dulu hanya bisa dibayangkan dalam film fiksi ilmiah Star Wars.


William Welsh, astronom dari San Diego State University, mengungkapkan, "Alam sepertinya suka membentuk planet sebab planet itu ditemukan di tempat yang diperkirakan sulit mendukung pembentukan planet."


Topik Lainnya: astronomiastrofisikaasteroidplanetrisetsains

Kamis, 08 Desember 2011

Planet Kepler-22b “Bumi Baru" Yang Berpotensi Mendukung Kehidupan

Tim peneliti NASA mengumumkan temuan penting dalam upaya menguak keberadaan planet yang bisa mendukung kehidupan (habitable). Mereka mendapati planet lain yang berotasi cukup dekat dengan mataharinya, di orbit yang berpotensi mendukung kehidupan. Adalah Kepler-22b yang ditemukan oleh teleskop luar angkasa Kepler.


Para ilmuwan terus mengkaji temuan planet baru tersebut. Berdasarkan penelitian terbaru, Kepler-22b teridentifikasi besarnya dua kali ukuran bumi, dengan temperatur rata-rata 22 derajat Celcius. Jaraknya 600 tahun cahaya dari Bumi. Planet itu mengorbit di ‘habitable zone’ atau kawasan di ruang angkasa yang cukup jauh dari mataharinya memungkinkan keberadaan air di permukaannya , dan di duga juga memiliki atmosfer yang bisa mendukung kehidupan.


Seperti diketahui, teleskop Kepler yang diluncurkan NASA mengawasi 155.000 bintang untuk mencari keberadaan planet-planet layak huni. 

Bintang di sekitar orbit Kepler-22b, berada di konstelasi Lyra dan Cygnus, ukurannya lebih kecil dari matahari dan 25 persen lebih redup. 

Planet tersebut mengorbit bintangnya dalam waktu 290 hari, dengan jarak 15 persen lebih dekat dari jarak Bumi ke Matahari. Kepler-22b berada tepat di tengah zona habitasi bintang, sebuah kondisi yang sempurna bagi kehidupan. 

Sementara dua planet lainnya yang mengorbit pada bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dibandingkan Matahari, baru-baru ini ditemukan di tepi zona layak huni mereka. Orbit mereka lebih mirip dengan  Mars dan Venus.

Laporan tentang penemuan tersebut akan dipublikasikan oleh Astrophysical Journal.



Sabtu, 09 April 2011

Foto Planet Merkurius dari Jarak 193 Km

Pesawat Messenger milik badan antariksa NASA berhasil mengorbiti Merkurius. Setelah melakukan manuver yang rumit untuk menghindari gravitasi matahari, pesawat ruang angkasa tak berawak itu sukses masuk ke jalur orbit pada Kamis malam waktu Florida, 17 Maret lalu.

Pesawat bernama Messenger ini menempuh 4,9 miliar mil dengan waktu tempuh enam setengah tahun dari bumi. Pencapaian ini sekaligus menjadikan Merkurius sebagai planet kelima yang berhasil dijamah oleh manusia dalam tata surya kita.

Eric Finnegan, chief engineer Messenger mengatakan, Messenger mengelilingi Merkurius dengan jarak sangat dekat, sekitar 193 kilometer di atas permukaan. Ini merupakan jarak terdekat dan paling sempurna yang bisa didapat, kata dia seperti dikutip Associated Press.
Messenger pun mengambil foto-foto permukaan merkurius.











Merkurius sendiri memiliki orbit yang sangat elips. Rentang jaraknya ke matahari sekitar 47 juta kilometer hingga 69 juta kilometer. Merkurius mengorbiti matahari setiap 88 hari bumi. 

Selasa, 22 Maret 2011

Manusia Jamah Planet Merkurius Untuk Pertama Kali


Pesawat Messenger milik badan antariksa NASA telah berhasil mengorbiti Merkurius untuk pertama kali.

Setelah melakukan manuver yang rumit untuk menghindari gravitasi Matahari, pesawat ruang angkasa tak berawak bernama Messenger tersebut  sukses masuk ke jalur orbit pada Kamis malam waktu Florida setelah menempuh jarak 4,9 miliar mil, atau kurang lebih enam setengah tahun dari Bumi.

Pencapaian ini sekaligus menjadikan Merkurius sebagai planet kelima yang berhasil dijamah oleh manusia dalam tata surya kita. Demikian dilansir Associated Press, 22 Maret 2011. "Ini merupakan jarak terdekat dan paling sempurna yang bisa didapat," ujar Eric Finnegan, chief engineer Messenger.
Messenger mengelilingi Merkurius dengan jarak sangat dekat, sekitar 120 mil, setara 193 kilometer, di atas permukaan. "Semua orang berteriak dan bersorak-sorai. Kami sangat gembira. Memang, ada banyak pekerjaan menunggu kami. Tapi, setidaknya kami sudah ada di sana sekarang," jelas Finnegan.

Ternyata, Merkurius tidak sulit dicapai. Tapi, harus diingat bahwa ia merupakan planet berbatu dan bertemperatur paling ekstrim di tata surya. Rentang temperatur di permukaannya mencapai 593 derajat Celcius. Suhu di permukaannya bisa mencapai 426 derajat Celcius pada jarak terdekat dengan Matahari dan mencapai -148 derajat Celcius pada tengah malam.

Merkurius memang terkenal memiliki perpindahan temperatur ekstrim dari panas ke dingin. Entah kenapa siang hari jauh lebih lama ketimbang malam hari setiap tahunnya. Dan anehnya, meski planet ini paling dekat dengan matahari,  para ilmuwan menemukan adanya es berton-ton di kawahnya yang gelap.

Messenger direncanakan akan memasuki orbit Merkurius dan berputar-putar selama setahun. Untuk semua tugasnya itu, satelit senilai US$446 juta itu (Rp3,9 triliun), harus mampu bertahan dari tarikan gravitasi matahari.

Merkurius sendiri memiliki orbit yang sangat elips. Rentang jaraknya ke matahari sekitar 29 juta mil (47 juta kilometer) hingga 43 juta mil (69 juta kilometer) untuk jarak terjauhnya. Untuk diketahui, Merkurius mengorbiti matahari setiap 88 hari di Bumi.