Tampilkan postingan dengan label motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

Keren, Sepeda Motor Listrik dengan Satu Roda


Setelah pertama memulai debutnya tahun lalu, Ryno Motors Micro-Cycle siap untuk mengambil pasar ritel tahun ini. RYNO Motors terlihat untuk mendefinisikan kembali skuter tradisional dengan sepeda motor roda tunggal mereka yang didukung oleh motor listrik nol-polutan.

Micro-Cycle, ryno motors

RYNO Micro Cycle seperti sesuatu dari sebuah acara televisi futuristik, tapi sangatlah nyata. Beratnya 125 pon, ini merupakan sepeda motor ultra portabel yang sempurna bagi penduduk kota, mencapai kecepatan hingga 15 mil per jam. Chris Hoffmann sebagai Product engineer merancang kendaraan dengan ban besar yang berisi seluruh pembangkit listrik di dalam pusat roda untuk menjaga keseimbangan. Seperti disebutkan sebelumnya, RYNO Motors saat ini sedang menjadwalkan untuk merilis Micro-Cycle pada akhir 2012 dengan harga $ 4.200.

micro-cycle

micro-cycle, ryno motor

Source ]

Jumat, 06 Januari 2012

Lit Motor C-1, Sepeda Motor Listrik Yang Bisa Berdiri Sendiri

Sebagaimana diketahui, sepeda motor memiliki banyak keunggulan dibandingkan mobil. Motor sedikit menggunakan bahan bakar, lebih cepat, lebih mudah bermanuver, dan dapat diparkir di banyak tempat.  Motor Lit 'C-1 Ini sepenuhnya tertutup yang dapat melindungi dari hujan. Lit'C-1 merupakan sepeda motor listrik yang menggunakan sistem elektronik untuk menstabilkan gyroscopic agar tetap tegak ketika berhenti, atau bahkan bila ditabrak dari samping dalam suatu kecelakaan.




Lit Motors yang berbasis di San Fransisco, dan dipimpin oleh Daniel Kim  industri/otomotif desainer. Ide untuk C-1 datang setelah ia berkeliling dunia selama setahun, melihat tantangan transportasi dan inovasi di negara-negara berkembang. 

Sejauh ini, Kim dan timnya telah mengembangkan model operasi berbasis roda gila sistem stabilisasi C-1, bersama dengan skala penuh fiberglass mock-up dari kendaraan itu sendiri. Mereka sekarang bekerja pada sebuah prototipe buatan tangan, yang harus lengkap dalam waktu sekitar tiga bulan. Rencana produksi awal akan tersedia dengan harga sekitar US $ 24.000 pada tahun 2013-an, dengan harga yang akan turun ke $ 16.000.





Versi yang berbeda dari C-1 akan tersedia untuk pasar yang berbeda. Model untuk negara-negara Dunia Pertama akan memiliki 8-10 kilowatt-jam baterai, sementara model ditujukan untuk negara-negara berkembang akan dinilai pada sekitar 4-6 kWh.Kendaraan itu akan menggabungkan motor listrik hub di kedua roda. Kecepatan tertinggi minimal 120 mph (193 km / jam), dengan driving range untuk model yang lebih tinggi yang diharapkan di sekitar 150-220 mil (241-354 km) per charge, tergantung pada ukuran dari baterai.



Selain ringan, bentuk aerodinamis dan hambatan gelinding yang rendah memungkinkan untuk mendapatkan jarak tempuh yang layak, KERS (Kinetic Energy Recovery Sistem) teknologi juga akan membantu di bagian itu. Seperti halnya dengan self-balancing Thrustcycle SRT, daya kinetik yang lain akan hilang dalam proses pengereman. 


flywheels terletak di bawah lantai kendaraan, menghasilkan lebih dari 1.300 lb / ft (1763 Nm) torsi dalam model komersial. Meskipun usaha-usaha sebelumnya di kendaraan gyroscopic seperti Gyro-X yang dikabarkan akan bergoncang saat menikung pada kecepatan tinggi, Kim meyakinkan bahwa sistem akan menjaga dari hal itu.




Seperti banyak mobil baru yang ada, kendaraan juga akan memanfaatkan berbagai protokol konektivitas tinggal di hubungkan dengan internet. Hal ini akan memungkinkan pengemudi untuk terus menyadari faktor-faktor seperti lalu lintas, konstruksi, dan kondisi cuaca buruk.


Video di bawah ini menunjukkan bagaimana C-1 bisa beroperasi di dunia nyata.




Source: http://www.gizmag.com


Topik Lainnya:  motorotomotifteknologi

Selasa, 06 Desember 2011

Y 125 Moegi, Sepeda Motor Nyentrik dan Futuristik Mirip Onthel

Dari seluruh sepeda motor konsep yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2011, salah satu yang menarik adalah  Y125 Moegi dari Yamaha. Daya tarik sepeda motor yang satu ini,  futuristik  dan  "nyentrik". Penampilan seperti seperti "jadul".
Dalam keterangan resminya, Yamaha menyatakan ingin menerjemahkan filosofi kecantikan yang disematkan pada sepeda motor bergaya retro-moderen ini. Desainnya gampang akrab dengan orang, menawarkan konsep kemudahaan dan nyaman dikemudikan.



Bentuknya mirip sepeda "onthel"  yang dipasangi  mesin berkapasitas 125 cc satu silinder dengan teknologi  injeksi dan sistem transmisi manual. Tangki bahan bakarnya menyatu pada sasis sehingga membuatnya kelihatan ramping.


Sasisnya menggunakan baja khusus yang ringan namun kuat. Buktinya, berat sepeda motor ini 79,8 kilogram. Moegi juga menggunakan ban tipis sehingga mengurangi daya geseknya dengan  permukaan jalan.



 
Konsumsi bensinnya super irit, 80 km/liter saat digunakan di dalam kota. Kuncinya, selain bobotnya yang ringan, Yamaha menggunakan "v-belt" sebagai pengganti rantai untuk mengurangi gesekan dan lampu LED untuk penghematan. 

Sayang, Yamaha masih belum membuka semua spesifikasi dan kemampuan mesin Y125 ini dan belum punya rencana untuk memproduksinya secara massal.

Sumber: www.kompas.com


Topik Terkait:  motor yamaha, unik,  newsteknologi

Minggu, 20 Maret 2011

Casey Stoner Juara di MotoGP Qatar


Casey Stoner sukses memenangi seri pertama MotoGP tahun ini. Pembalap Honda itu menjadi yang tercepat dalam lomba MotoGP Qatar hari Minggu, 20 Maret 2011.

Kemenangan ini semakin menegaskan dominasi Stoner di Sirkuit Losail. Dalam lima tahun, ini adalah kemenangan keempat Stoner di sana, yang pertama di atas Honda.

Posisi kedua direbut oleh Jorge Lorenzo yang menggunakan Yamaha. Sedangkan juara ketiga ditempati rekan satu tim Stoner, Dani Pedrosa.
Sementara itu Valentino Rossi finish di urutan ketujuh. Setidaknya ia naik peringkat ketimbang hasil yang ia raih di babak kualifikasi. Rossi pada balapan tadi start dari posisi ke-9.
Selepas start, Pedrosa sempat melesat paling depan memasuki tikungan pertama. Rossi juga bisa melewati beberapa pembalap dan sempat berada di posisi ketiga sebelum akhirnya tercecer lagi karena melebar.

Stoner ada di belakang Pedrosa memasuki tikungan kedua. Lorenzo menyusul di posisi ketiga namun kemudian segera bisa menyalip ke posisi kedua dan bahkan kemudian memimpin balapan.

Di akhir lap kedua, Stoner ganti menyalip Lorenzo dan Pedrosa menguntitnya di trek lurus di depan paddock. Rossi melewati Hector Barbera.

Di sisa 17 lap, Pedrosa bisa melewati Stoner setelah melakukan late braking di tikungan pertama. Namun di separuh balapan, Stoner kembali memimpin dan mulai meninggalkan Pedrosa yang tampak kesulitan mengendalikan motornya hingga bisa disalip Lorenzo.

Pada lima lap sebelum finish, Pedrosa menyerang balik dan kembali ke posisi kedua. Dengan Lorenzo, mereka sempat dua kali bertukar tempat sebelum kemudian Lorenzo kembali menempati posisi kedua. Stoner tetap di depan hingga finish.

Hasil lomba

1 C Stoner (Aus) Honda
2 J Lorenzo (Sp) Yamaha
3 D Pedrosa (Sp) Honda
4 A Dovizioso (It) Honda
5 M Simoncelli (It) Ducati
6 B Spies (US) Yamaha
7 V Rossi (It) Ducati
8 C Edwards (US) Yamaha
9 N Hayden (US) Ducati
10 H Aoyama (Jpn) Honda
11 C Crutchlow (GB) Yamaha
12 H Barbera (Sp) Ducati
13 K Abraham (Cz) Ducati

Kamis, 17 Maret 2011

Suzuki Hayate 125 Pengganti Skywave 125

Sebentar lagi Suzuki bakal menggelontorkan skubek baru. Kemungkinan besar, skubek Suzuki Hayate 125 yang ada di foto ini adalah wujud aslinya! Secara desain masih ada benang merahnya dengan Suzuki Skywave!



Secara desain basic-nya memang masih mirip dengan Suzuki Skywave. Paling mencolok perhatikan bagian tengahnya dari area pijakan kaki hingga ke cover bagasi di bawah jok dan joknya yang tebal.


Tapi begitu menengok tampang depannya, malah jadi mirip Suzuki Skydrive. Spatbor depannya pun mirip Skydrive. Tampang depan ini jauh lebih sporty ketimbang Skywave versi lama.

Sedang bagian tengah sampai buntut dibuat lebih soft. Tarikan garis bodinya enggak terlalu kaku tapi lebih dinamis. Stoplamp dibuat dengan posisi membulat dipadukan dengan sein unik.





Posisi air filter yang masih ditempatkan di atas CVT memastikan ruang bagasi tetap luas. Sama seperti Suzuki Skydrive, helm full face pasti bisa masuk ke dalamnya nih!

Sayangnya belum ada spesifikasi lengkap soal mesin dan sasisnya. Tapi kalau dilihat sekilas, sasisnya sepertinya masih sama. Dua sokbraker di belakang, bentuk sokbraker depan dan pelek serta dimensinya menguatkan dugaan bahwa tak ada yang berbeda pada sasis.

Kita tunggu saja kehadirannya...!!



Artikel Terkait:

Suzuki GW250, Sepeda Motor Baru Sport 250cc Dari SuzukiSuzuki Shogun AxeloPilih Mana, Kawasaki Ninja 250R atau Honda CBR 250RMemilih Oli Untuk Sepeda Motor 4 TakTampilan Baru Supra X125Pompa BBM Retak, Ribuan Honda Civic DitarikNew Yamaha Jupiter MX: Total Baru

Tampilan Baru Supra X125

Bersamaan dengan peluncuran tiga varian baru Absolute Revo di Jakarta, Kamis (17/3), PT Astra Honda Motor (AHM) juga meluncurkan New Supra X125 dengan tampilan yang lebih modern dan sporty.

Penyegaran tampilan yang dilakukan AHM terhadap Supra X125 diproyeksikan untuk mempertahankan gelar Supra X125 yang dinobatkan AHM sebagai rajanya motor bebek.

Model yang telah hadir sejak tahun 1997 dengan nama Supra bermesin 100 cc ini, dikatakan Honda telah menjadi merek yang kuat dan mendominasi pasar motor bebek dengan lebih dari 11 juta unit. Atau dengan kata lain, Supra telah dipakai oleh 11 juta konsumen.

President Director AHM, Yusuke Hori mengatakan komitmen AHM untuk selalu memenuhi keinginan konsumen dengan menyuguhkan model terbaru yang diikuti dengan pengembangan teknologi dan desain. Membuat merek Honda Supra terus mengalami perubahan.

Tahun 2005, generasi Supra X125 dengan teknologi PGM-FI atau injeksi dihadirkan Honda. Dan tahun 2007 AHM merilis Honda Supra X125 dengan desain yang lebih sporti. Dan kini AHM kembali menghadirkan Supra X125 dengan tampilan yang lebih modern dan sporti.

AHM sangat optimis tampilan baru Honda Supra X125 akan mampu memenuhi keinginan konsumen yang mencintai tipe motor yang praktis dikendarai, hemat bahan bakar dan punya karakter yang sama dengan model motor sport.

Supra X125 hadir dengan dua varian, Casting Wheel dan Spoke Wheel. Varian spoke wheel tersedia dalam tiga pilihan warna, Speedy Red, Energetic Blue dan Dash Green dengan bandrol harga Rp 14.365 juta on the road Jakarta.

Sementara Supra X125 varian casting wheel hadir dalam empat pilihan  warna, Champion Black, Supreme Black, Winning Red dan Glorius Violet. Harga yang dibandrol AHM untuk varian ini Rp 15.465 juta on the road Jakarta.

Selasa, 15 Maret 2011

Memilih Oli Untuk Sepeda Motor 4 Tak

Mendengar kata Oli pastinya tidak asing lagi di telinga para biker. Ya, benda ini adalah Darah Motor kita, fungsi oli seringkali hanya dianggap sebagai pelumas mesin padahal oli juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting, seperti sebagai pendingin, pelindung dari karat, pembersih dan penutup celah pada dinding mesin.


Sebagai pelumas, oli membuat gesekan antar komponen dalam mesin menjadi lebih halus dan memudahkan mesin mencapai suhu kerja yang ideal. Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar ke bagian lain dari mesin yang lebih dingin.

Melihat fungsi penting dari oli, maka perlulah kita mengetahui bagaimana cara memilih oli yang tepat untuk mesin sepeda motor kita agar mesin sepeda motor bekerja secara optimal dan lebih awet tentunya.

Memilih Oli untuk motor kita tidaklah sulit, perhatikan langkah - langkah berikut ini:

Pertama, kenali dulu bahan dasarnya, ada 3 jenis oli dilihat dari bahan dasarnya yaitu:

1.Mineral

2.Synthetic blend (Semi Sintetik)

3. Full Synthetic

Secara kasat mata sulit untuk membedakannya namun yang pasti tiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing oli mineral lebih tahan terhadap penguapan namun viskositas (kekentalannya) mudah berubah karena tidak tahan suhu tinggi dan kondisi ekstrim sedangkan oli sintetik lebih mudah menguap tapi viskositasnya lebih stabil dan tahan dalam kondisi ekstrim panas maupun dingin.

Oli mineral cocok untuk motor keluaran tahun lama karena clearance atau celah-celah mesinnya lebih renggang, lain halnya dengan oli semi sintetik yang lebih cocok untuk motor-motor keluaran tahun terbaru, sedangkan oli full sintetik lebih cocok pada motor high performance, multi silinder, multi klep dan berkompresi tinggi atau motor yang digunakan untuk keperluan kompetisi (balap), sebenarnya motor harian tidak haram menggunakan oli full sintetik hanya saja akan menjadi mubazir karena dari segi ekonomis oli yang benar-benar full sintetik harga per liternya bisa bikin nangis mencapai 100 sd 150rb bahkan lebih.

Contoh merk oli yang benar-benar full synthetic:

Kedua, kenali kode - kode dan sertifikasi pada kemasan Oli.

Kalau kita baca dan perhatikan pada kemasan Oli ada tulisan kode huruf dan angka misalnya seperti ini : (10W-40 API service SL / JASO MA2). Kalau brader baca tulisan tersebut gak usah bingung apa maksudnya, kode - kode tersebut merupakan "sertifikat" dan keterangan yang diberikan oleh perusahaan pembuat oli tersebut, Sertifikat terhadap kualitas oli secara internasional beragam, namun yang umumnya sering dipakai sebagai standar oli di dunia adalah API dan JASO. Lalu apakah API dan JASO itu?

API yang ini bukan buat masak locah melainkan American Petroleum Institute, adalah lembaga yang mengetes dan memeriksa kualitas oli yang dipakai di negara-negara eropa dan amerika dan umumnya standar API sudah dimiliki oleh hampir seluruh merek oli.

API Service biasanya menggunakan inisial S = untuk bensin dan C = untuk solar. Adapun huruf yang mengikuti di belakangnya merupakan tingkatan (grade) dari oli tersebut. Contoh: SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ, SL (bensin) CA, CB, CF, CH, CH4 (solar).

Semakin jauh abjad yang mengikutinya, semakin bagus kualitas oli tersebut dan telah memenuhi syarat oli sebelumnya. Dengan kata lain kendaraan yang dianjurkan menggunakan oli dengan grade SH dapat menggunakan oli grade SL. Tetapi tidak sebaliknya karena akan ada efek samping seperti mudah oli menguap, terlalu cepat minta diganti, mudah berubah warna dll. Berikut grade yang ada di pasaran (untuk bensin):


API Service SL: untuk kendaraan tahun 2001
API Service SJ: untuk kendaraan tahun 1996
API Service SH: untuk kendaraan tahun 1996
API Service SG: untuk kendaraan tahun 1993

Sedangkan JASO (Japanese Automotive Standar Association) adalah lembaga di jepang yang mengecek dan menguji kualitas oli untuk kendaraan di negaranya (timbul pertanyaan kok jepang ngeluarin standar oli sendiri?) itu karena karakteristik mesin dan kendaraan buatan eropa dengan kendaraan buatan jepang berbeda. Motor-motor buatan jepang umumnya menggunakan kopling basah sedangkan kendaraan buatan eropa menganut sistem kopling kering yang artinya tidak terendam oli sehingga kendaraan buatan eropa cukup dengan sertifikasi API sedangkan kendaraan buatan jepang selain sertifikasi API wajib memiliki sertifikasi JASO.

JASO MA adalah kode untuk menunjukkan bahwa oli tersebut sangat cocok untuk motor berkopling basah (terendam oli) dan umumnya semua motor yang masuk ke indonesia menganut sistem kopling basah jadi saya sarankan pilih oli HARUS punya sertifikasi ini, kalau gak ada kode ini mendingan jangan pilih oli tersebut, karena akan beresiko kanvas kopling motor sobat cepat aus dan selip bahkan gosong. Sedangkan kode di belakang JASO menunjukkan kualitas sertifikat. Yang paling tinggi adalah JASO MA2 jadi klo bisa pilih yang kode MA nya paling tinggi. Khusus untuk motor matic pilih yang ada kode JASO MB karena tipe mesinnya berbeda.

Terus kode angkanya (misal 20w-50 atau 10w-40) artinya apa tuh? ini artinya oli memiliki tingkat viskositas atau kekentalan dengan indeks (10) pada keadaan dingin (Winter) dan akan berubah menjadi kekentalan dengan indeks (40) pada suhu 100 derajat celcius.



Banyak sobat kita diluar sana masih kurang paham dalam memilih oli untuk sepeda motor bahkan ada yang menggunakan oli mobil untuk motor mereka atau bahkan ada yang salah beli karena sama sekali gak tau bedanya oli motor sama oli mobil, timbul pertanyaan sebenarnya boleh gak sih pake oli mobil di motor kita?

Jawabannya bukan tidak boleh, hanya saja tidak direkomendasikan, alasannya bahan yang digunakan untuk membuat oli motor dan mobil jauh berbeda, oli mobil lazim dilengkapi bahan yang masuk kategori friction modifier. Maksudnya, sejenis aditif yang bikin pelumasan makin lama makin licin. Untuk kebutuhan hindari gesekan material dalam mesin, memang bahan itu memberi efek bagus. Meski memakai oli yg termasuk katagori encer, tapi tidak khawatir gesekannya akan merusak material. Tapi ingat! Oli tersebut tidak cocok untuk motor dengan kopling basah. Soalnya akan terjadi slip kopling, kanvas kopling gampang aus atau bahkan gosong. Itu sebabnya oli mobil tidak direkomendasikan untuk motor.

Lalu bagaimana dengan motor matic bisakah pakai oli mobil? Kan sistem transmisinya terpisah dari mesin. Jawabannya sama yaitu tidak direkomendasikan, alasannya meskipun mesinnya mirip-mirip dengan mobil tapi faktanya mesin motor baik itu matic atau motor apapun lebih stress daripada mesin mobil, bisa dilihat dari RPM nya. Putaran mesin motor bisa sampai 9000 RPM (belum red line) bahkan lebih, sedangkan mobil pada umumnya hanya 6000 RPM (lebih dari itu masuk red line), sehingga motor lebih memerlukan oli yang tahan banting dan tahan stress karena melumasi tiga bagian penting yaitu mesin ( piston, klep, kem, kruk as dll), kopling, dan gearbox. Jika dipaksakan pake oli mobil yang hanya diformulasikan untuk mesin saja dikhawatirkan olinya lebih cepat minta ganti, performanya cepat menurun lalu kekentalannya mudah berubah sehingga tidak mampu bekerja maksimal melindungi mesin, ujung - ujungnya bisa merusak mesin.

Untuk membedakan mana oli buat motor dan mana yang buat mobil sebenarnya mudah, bisa dilihat dari kemasannya. Oli motor umumnya ada gambar motor dan biasanya ada tulisan 4T atau kalau gak ada tanda tersebut cukup baca kodenya saja kalau ada kode JASO MA itu tandanya untuk motor kopling basah, kalau JASO MB untuk motor matic.

Jadi dari penjabaran diatas rasanya kita para biker jangan lagi salah dan bingung memilih oli untuk motor kesayangannya, walaupun sebenarnya oli yang paling aman untuk motor kita adalah oli rekomendasi pabrikan namun kita sebagai konsumenlah yang memiliki hak dalam memilih oli apa yang digunakan untuk motornya, dimanapun konsumen adalah raja! so.... apapun merek motor dan tipenya yang penting olinya harus tepat ya bro... Trus jangan sampe jadi korban iklan dan terpaku pada merek oli tertentu dengan jargon atau semboyan andalannya...

Semoga bermanfaat bagi para pembaca jika ada kekurangan atau kesalahan mohon dimaafkan.....



Source: Dari berbagai media otomotif


Artikel Terkait:

Suzuki Shogun AxeloPilih Mana, Kawasaki Ninja 250R atau Honda CBR 250RTampilan Baru Supra X125Pompa BBM Retak, Ribuan Honda Civic Ditarik

New Yamaha Jupiter MX: Total Baru
6 Cara Mudah Agar Motor Irit Bahan Bakar
Tanda Kendaraan Bermotor / Plat Nomor di Indonesia
Lotus Elise Mobil Tercepat Seharga Rp 1 Miliar Mulai Dijual di Indonesia