Tampilkan postingan dengan label fenomena alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena alam. Tampilkan semua postingan
Kamis, 03 Mei 2012
Menyaksikan Fenomena Supermoon di Malam Minggu
Purnama penuh atau supermoon merupakan masa di mana bulan tampak dalam kondisi paling besar dan paling terang. Purnama penuh kali ini bahkan disebut-sebut sebagai purnama terbesar di tahun 2012.
Bulan akan berada dalam kondisi paling penuh pada pukul 23.35, Sabtu, 5 Mei 2012. Selang 25 menit kemudian, bulan akan tiba pada posisi terdekat dengan Bumi untuk tahun ini, yaitu pada jarak 221.801 mil atau sekitar 356.954 kilometer.
Meski kondisi terpenuh bulan terjadi tengah malam, para pengamat langit mengungkap bahwa waktu terbaik untuk melihatnya adalah saat malam belum terlalu larut, atau sesaat setelah bulan muncul.
Para penikmat langit bahkan menilai pemandangan terbaik adalah jika bulan tampak sedikit tertutup objek. Misalnya bulan yang tampak di belakang gedung pencakar langit karena bulan jadi terlihat jauh lebih besar.
Supermoon itu istilah astrologi. Istilah astronomi atas peristiwa ini disebut 'lunar perigee' purnama terdekat. Terjadi malam Minggu (waktu Indonesia) 5-6 Mei karena puncak purnama terdekat 6 Mei pukul 13.35.
Seluruh wilayah di Indonesia bisa menyaksikan fenomena ini. Meski akan memicu dampak gelombang pasang, tak ada dampak signifikan atas terjadinya Supermoon.
Sumber:
USAToday
http://nationalgeographic.co.id
Senin, 02 April 2012
5 Tempat Melihat Fenomena Alam Terbaik di Indonesia
Pemandangan alam Indonesia yang begitu indah, bisa anda nikmati di berbagai tempat. Tapi, tahukah anda tempat terbaik untuk menikmatinya? Berikut adalah 5 tempat terbaik untuk menyaksikan fenomena alam menakjubkan di Indonesia:
1. Sunrise di Gunung Bromo
Fenomena pertama yang asyik untuk diamati adalah sunrise atau matahari terbit. Tempat paling asyik untuk menyaksikan sunrise adalah Gunung Bromo. Untuk melihat sunrise, anda harus berangkat sejak subuh dari Desa Cemara Lawang, dan pergi ketempat penanjakan yang memang biasa dijadikan titik melihat sunrise. Di sini, anda bisa melihat matahari muncul dari ufuk timur dengan cahaya kemerahannya. Pemandangan semakin cantik dengan adanya efek kabut tebal di sekeliling gunung, dan latar Gunung Semeru.
Gunung Bromo yang terletak di Jawa Timur ini memang sudah terkenal sebagai tempat terbaik untuk melihat sunrise. Ketenarannya ini tidak hanya dikenal oleh penduduk Indonesia saja, tetapi juga luar negeri. Ini bisa dilihat dari wisatawan yang datang ke pendakian untuk menyaksikan sunrise. Anda bisa melihat wisatawan domestik dan mancanegara melebur menjadi satu untuk melihat keanggunan matahari ketika keluar dari persembunyiannya.
2. Sunset di Pantai Seminyak
Jika berjalan kaki ke arah utara dari Pantai Kuta, Anda akan tiba di pantai terbaik untuk melihat sunset atau matahari terbenam, Pantai Seminyak. Suasana pantai ini tidak jauh berbeda dengan kuta. Hanya saja karena lokasinya yang jauh dari pusat keramaian, pengunjung yang datang ke Pantai Seminyak tidak sebanyak Pantai Kuta.
Pantai berpasir putih ini dikenal sebagi tempat terbaik untuk melihat sunset. Selain tempatnya yang sepi, lokasinya yang tak jauh dari Bandara Ngurah Rai juga menjadi daya tarik tersendiri. Di sini, Anda bisa menikmati matahari terbenam sambil menikmati makanan yang disediakan di restoran sekitar pantai. Anda juga bisa menyaksikan sunset sambil bermain-main di pantai, ditemani deburan ombak dan temaramnya cahaya matahari.
3. Ombak di G-Land
Siapa sangka Indonesia memiliki tempat terbaik di dunia untuk surfing. Di Banyuwangi, ada Pantai Grajagan yang menawarkan ombak terbaik sedunia. Pantai inilah yang menjadi asal muasal nama G-Land. G-land sendiri adalah inisial dari kata Grajagan. Grajagan berada 52 km ke arah selatan dari Kota Banyuwangi. Pantai ini luas dengan pasir hitam, memiliki gua dan bukit yang indah.
Ombak di pantai ini sudah terkenal di dalam dan luar negeri karena ketinggiannya. Banyak peselancar yang tertarik datang untuk menaklukkannya. Ombak yang menggulung tinggi ini, berhasil menarik wisatawan untuk datang berselancar sejak dekade 1970-an. Tertarik mencoba?
4. Api Abadi
Apakah anda pernah mendengar tentang api yang tak kunjung padam? Ya, inilah api abadi yang terdapat di Madura. Sesuai dengan namanya, api ini selalu muncul dari dalam tanah dan tak pernah padam, sekali pun hujan mengguyurnya. Jika ingin melihat fenomena alam yang luar biasa ini, Anda bisa datang ke Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.
Menurut penjelasan ilmiah, di sekitar kawasan tersebut banyak mengandung belerang yang kemudian bergesekan dengan oksigen. Efek yang ditimbulkan dari gesekan tersebut adalah munculnya api. Anda bisa melihat api tak kunjung padam ini dari balik pagar yang membatasinya. Tapi jika penasaran, anda dapat melihat fenomena ini dari dalam pagar.
5. Bleduk Kuwu
Setelah api tak kunjung padam, Anda bisa melihat fenomena lain yang ada di Indonesia, seperti Bledug Kuwu. Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Di sini, Anda bisa melihat letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung secara berkala. Biasanya letupan lumpur ini berlangsung selama 2-3 menit.
Semburan terbesar lumpur ini terpusat pada satu titik saja, dan diikuti dengan semburan kecil yang terdapat di beberapa tempat. Jika datang ke tempat ini, jangan terlalu mendekati lokasi letupan. Ini karena struktur tanah di sekitar letupan begitu gembur, bisa membuat siapa saja yang berjalan di atasnya terperosok.
Sumber: http://travel.detik.com
Jumat, 09 Desember 2011
Langit Indonesia Akan Dihiasi Gerhana Bulan Total Terakhir Pada Tahun 2011.
Pada hari Sabtu (10/12/2011), langit malam di Indonesia akan dihiasi oleh gerhana Bulan. Gerhana ini cukup istimewa sebab menjadi Gerhana Bulan Total terakhir pada tahun 2011.
Gerhana mulai terjadi pada pukul 18.35 WIB ditandai dengan mulai bersentuhannya cakram Bulan terhadap penumbra. Namun, tahap awal gerhana akan sulit dilihat secara kasatmata. Gerhana baru bisa dilihat jelas sekitar pukul 19.46 WIB, saat bulan bersentuhan dengan umbra.
"Totalitas, yakni tertutupinya cakram Bulan secara sepenuhnya oleh umbra, terjadi pukul 21.07 hingga 21.57 WIB, selama 50 menit, dengan puncak gerhana pukul 21.32," Menurut Astronom Ma'rufin Sudibyo dalam posting di jejaring sosialnya.
Gerhana mulai terjadi pada pukul 18.35 WIB ditandai dengan mulai bersentuhannya cakram Bulan terhadap penumbra. Namun, tahap awal gerhana akan sulit dilihat secara kasatmata. Gerhana baru bisa dilihat jelas sekitar pukul 19.46 WIB, saat bulan bersentuhan dengan umbra.
"Totalitas, yakni tertutupinya cakram Bulan secara sepenuhnya oleh umbra, terjadi pukul 21.07 hingga 21.57 WIB, selama 50 menit, dengan puncak gerhana pukul 21.32," Menurut Astronom Ma'rufin Sudibyo dalam posting di jejaring sosialnya.
Saat totalitas terjadi, jangan dikira Bulan akan lenyap. Bulan akan "berdarah", berwarna kemerahan seperti yang sering diperlihatkan dalam film tentang manusia serigala.
Tak seperti gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan tanpa alat dan pelindung. Karena terjadi tak terlalu malam, gerhana Bulan kali ini pas dinikmati sambil minum kopi atau bercengkerama bersama teman.
Jangan lupa, Anda pun bisa menyiapkan kamera DSLR untuk mengabadikan momen gerhana ini. Membuat serangkaian foto gerhana dari tahap awal hingga akhir patut dicoba.
Ada yang unik dari gerhana kali ini. Saat totalitas terjadi, Bulan akan tampak berada di depan Bimasakti. Jadi, jika dilihat, di belakang Bulan berdarah akan tampak kabut tipis.
Bimasakti adalah galaksi tempat Bumi bernaung. Bimasakti juga merupakan "monster" yang telah menelan galaksi-galaksi kecil lain serta sebagai salah satu galaksi tertua di semesta.
Bulan berdarah juga akan memiliki beberapa pendamping malam Minggu nanti. Salah satunya Jupiter, yang sejak beberapa waktu lalu terus-menerus tampak dan bisa dilihat dengan mata telanjang.
Selain itu, bintang Sirus yang menjadi bintang paling terang setelah Matahari juga akan terlihat. Ada juga gugus tujuh bintang bersaudara atau Pleiades. Galaksi Awan Magellan Kecil dan Besar juga akan terlihat.
Semua benda langit yang terlihat saat gerhana menjanjikan pemandangan yang menarik pada malam Minggu nanti. Akan tetapi, semua bisa lenyap tak terlihat apabila langit berawan dan hujan. Jadi, berdoa saja hal itu tak terjadi.
Gerhana kali ini bisa dilihat oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Indonesia juga beruntung karena berpeluang menyaksikan seluruh tahap gerhana. Amerika Selatan, Afrika barat, dan seluruh wilayah Atlantik tak bisa menikmati gerhana ini.
Gerhana Bulan Total terjadi saat Bumi, Matahari, dan Bulan berada di satu garis lurus. Bulan akan ada di umbra (bayang-bayang inti) dan penumbra (tambahan) Bumi. Gerhana Bulan Total adalah salah satu fenomena alam yang telah dinikmati selama ribuan tahun, yang diterjemahkan menjadi makna yang berbeda di setiap kebudayaan.
Source: http://kompas.com
Topik Terkait: astronomi, sains, fenomena alam,
Langganan:
Postingan (Atom)






